7 hari Wafatnya Gus Sholah, Santri Al-Mizan Gelar Tahlil dan Istighosah

ALMIZANJATIWANGI.OR.ID, Majalengka — Dalam rangka peringatan tujuh hari wafatnya KH. Salahudin Wahid atau Gus Sholat, para santri Pondok Pesantren Al-Mizan menggelar Tahlil dan Istighosah pada Senin (10/02) di Aula Pertiwi Al-Mizan, Jl. Raya Timur No I Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka.

Kegiatan ini menurut Ketua Pelaksana, Gus Mar’i Muhammad Hadiq, adalah bentuk takdzim sekaligus mengingat teladan ulama kharismatik tersebut.

“Beliau telah wafat, namaun spirit kesederhanaan dan teladannya akan tetap hidup menginspirasi kami para santri,” papar Gus Hadiq.

Pengasuh PP. Al-Mizan, KH. Maman Imanulhaq, memiliki kedekatan dan kesan mendalam terhadap Gus Sholah.

Menurut Kang Maman, Semasa hidupnya, Gus Sholah dikenal sebagai sosok sederhana yang mengayomi semua golongan. Gus Sholah tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama tapi juga pejuang Hak Azasi Manusia (HAM).

“Kita semua sangat kehilangan sosok Gus Sholah yang sederhana dan mengayomi,” tuturnya.

Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, betul-betul kita kehilangan sosok ulama panutan yang memiliki prinsip yang lurus dan mengayomi bagaimana bangsa ini berjalan lebih baik.

Sebagaimana diketahui, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Tangerang Banten, pada Minggu malam 02 Februari 2020 sekitar pukul 20.55. [ ]

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.