Al-Mizan Kenalkan Dunia Fashion Pesantren

Majalengka, almizanjatiwangi.or.id

Dalam rangka menyambut Idul Adha 1440 H, Pondok Pesantren Al-Mizan menyelenggarakan Muhibbah Fashion Pesantren pada Minggu (11/08).

Kegiatan yang bertempat di Aula Pertiwi Al-Mizan itu diselenggarakan usai pelaksanaan Shalat & Khutbah Idul Adha.

Peserta Muhibbah Fashion Pesantren adalah santriwati Al-Mizan dan siswi SMK Maarif Al-Mizan jurusan Tata Busana.

Hadir sebagai Nara Sumber pada Muhibbah Fashion pesantren tersebut adalah Desainer Muda, Hayuning Sumbadra (Founder and Creatif Director Adraword).

Dalam paparannya, Hayuning Sumbadra yang akrab dipanggil Adra itu menyebut jika fashion sebetulnya bukan sebatas soal mode semata, namun bisa menjadi media penyampaian nilai-nilai moral, kemanusiaan & spiritual. Selain menjadi media dan ekspresi bagi promosi kekayaan etnik, seni budaya, rumah bahkan keanekaragaman hayati tumbuhan & binatang di berbagai wilayah di nusantara bahkan dunia.

“ide desain mulai dari motif, corak, bentuk, bahan dan warna seringkali terinspirasi dari keragaman etnik tradisional atau daerah mulai dari baju, bentuk rumah, dan kearifan lokal lainnya”, ungkapnya.

Ia pun mengajak kepada santri Al-Mizan agar tidak ragu-ragu untuk berekspresi mengembangkan minat dalam dunia fashion.

“Dunia fashion ini jika fokus digeluti maka akan profesional dan menjanjikan. Yang penting kita punya niat & tekad kuat sambil bekerja keras”, katanya.

Para santri sendiri tampak terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Salah seorang santri Sri Dewi mengungkapkan ketertarikannya terhadap dunia fashion.

“Ini pengalaman pertama saya mengenal dunia fashion. Ternyata menarik juga”, ungkapnya.

Hayuning Sumbadra

Walau masih terbilang baru di dunia industri fashion, Namun, prestasi Hayuning Sumbadra dalam merancang busana tidak bisa dipandang sebelah mata. Di usianya yang masih belia, Adra, begitu panggilannya, berhasil memenangkan kompetisi Young & Shine Entrepreneur yang diadakan pada majalah Femina pada tahun 2016.

Kecintaannya pada dunia fashion juga membawanya berhasil mendapatkan beasiswa dari kompetisi tahunan Domus Academy bersama Vogue Talents Italy di Milan. Tidak tanggung-tanggung, ia pun sukses menyelesaikan gelar master di penghujung tahun 2017.

“Sebenarnya rancangan kali ini berasal dari tugas akhir aku di sekolah. Awalnya, saya bikinnya cuma 10. Lalu, saya turuni jadi 14 dan dibuat lebih simple dan lebih Indonesia,” ujar Adra.

Tema dari koleksi kali ini pun mengangkat kata dari Italia yaitu, Capisci.

Muhibbah Fashion Al-Mizan Jatiwangi
Foto: Muadz Mutakhir

“Arti dari Capisci itu adalah “Apakah kamu mengerti?” Koleksinya terinspirasi dari culture Italia, namanya Apertivo. Ini kebiasaan orang Italia di antara jeda pulang kantor dan sebelum makan malam, mereka ngumpul sama temen-temen, nongkrong, minum-minum, dan bertukar cerita. Mereka bisa melakukan hal tersebut hampir setiap hari,” cerita Adra saat menceritakan proses dibalik koleksinya.

“Dari sini saya melihat mereka itu ngobrol, sharing, masalah dari mereka saat itu kan. Saya jadi sadar, kalau kebutuhan berbagi itu adalah kebutuhan manusia. Kita tetap butuh bersama, mengobrol dan berbagi. Jadi, itu bagaimana kita sebagai manusia ingin berbagi dan dimengerti,” tutupnya.

Untuk menggambarkan filosofi tersebut, Adra memakai warna-warna yang terinspirasi dari minuman-minuman seperti, warna merah, oranye, kuning, dan turunan putih, serta cream. Ia pun menceritakan bahwa pola tersebut digambarnya dengan tema endless curved lines atau garis lengkungnya tidak habis-habis, untuk menggambarkan bagaimana kita tidak habis-habis ingin dimengerti. Tidak heran kalau dalam koleksi ini ada banyak pola berbentuk lingkungan.

Ada sekitar 14 koleksi terbaru yang dibuat Adra untuk menggambarkan koleksi fashion CAPISCI ini dan sudah bisa diperoleh di lini brandnya bernama ADRA WORLD. [ ]

Foto selengkapnya bisa dilihat di GALERI.

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.