Festival Al-Mizan: Kolaborasikan Spirit Religi & Seni Budaya Nusantara

Festival Al-Mizan: Kolaborasikan Spirit Religi & Seni Budaya Nusantara

Ade Duryawan MTs Al-Mizan
Ade Duryawan
Direktur Festival Al-Mizan

Festival Al-Mizan adalah agenda rutin tahunan Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat dalam rangka menyambut Harlah Al-Mizan. Kali ini Festival Al-Mizan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019.

Festival Al-Mizan digelar untuk menghadirkan spirit Islam Rahmatan Lil Alamin yang membumi. Semangat keberagamaan yang tidak melangit, melainkan mengakar kuat berangkat dari sebuah realitas sosial yang dihadapi bangsa ini. Festival Al-Mizan sebagai ikhtiar menerobos ide-ide untuk mempertemukan sejumlah pemikiran yang emansipatif, eskploratif, dan membumikan nilai keberagamaan dalam konteks kemanusiaan

Dengan semangat yang sama, Festival Al-Mizan ke 18 di tahun 2019 ini kembali digelar selama sepekan mulai Tanggal 22 sampai dengan 26 Oktober 2019.

Dengan tajuk “Festival Pesona Wisata Religi Al-Mizan”, rangkaian acara festival Al-Mizan ke 18, meliputi: Upacara Hari Santri, Kirab Resolusi Jihad, Napak Tilas Ulama dan Kiai, Ngaliwet 1000 Kastrol, Workshop Keramik, Mizan Pic, Festival Hadroh Kebangsaan, Workshop Edukasi Wayang Sufi dan Aksi Donor Darah. Sedangkan acara puncak Festival adalah pagelaran Al-Mizan Sufi Music Festival yang diisi dengan Kidung & Tari Sufi, Tari Pesona Indonesia, Wayang Sufi Ajen dan Dzikir Kebudayaan.

Festival Al-Mizan kali ini ingin menghadirkan spirit religiusitas untuk menguatkan sisi-sisi kemanusiaan kita. Adapun gelaran beragam seni tradisi & budaya adalah upaya untuk melembutkan kekakuan sikap sekaligus menampilkan penghargaan terhadap perbedaan. Hal ini, sejalan dengan pemahaman religiusitas dan semangat humanisme Al-Mizan, yakni: sikap untuk menghargai dan mentoleransi segala bentuk perbedaan dan keragaman sebagai sunnatullah yang harus dipelihara. Apalagi pada konteks Indonesia, sebagai bangsa yang plural baik suku, ras, golongan, maupun agama.

Melalui pertunjukan seni budaya, Al-Mizan ingin pula melakukan kritik terhadap ibadah ritual kita yang seolah tidak cukup untuk membangkitkan rasa kemanusiaan kita.

Dengan mengambil spirit religusitas di atas, Festival Al-Mizan ke-18 Tahun 2019 ini diharapkan mampu menjadi sebuah refleksi bersama atas pentingnya energi kultural atau kearifan lokal yang dibangun oleh peran serta dan energi keagamaan melalui eksistensi pesantren untuk mewujudkan keberdayaan bangsa.

Adapun pada konteks pariwisata, Festival Al-Mizan ke-18 Tahun 2019 berupaya untuk mengakomodir berbagai Potensi Seni Budaya lokal Kabupaten Majalengka dalam rangka pengembangan pariwisata berbasis budaya dan religi.

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.