Festival Quran se-Jabar Diisi Doa Tolak Bencana Corona

ALMIZANJATIWANGI.OR.ID, Majalengka — Pembukaan Festival Pendidikan Al-Qur’an Nasional (FPQN) tingkat Provinsi Jawa Barat yang  digelar di kompleks Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Sabtu (29/2/2020) tampak berlangsung meriah.

Dalam pembukaan diisi doa tolak bencana Corona yang dipimpin oleh KH. Sarkosi Subhi, Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda Heuleut Kadipaten Majalengka.

Menurut Anggota DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, yang akrab disapa Kang Maman, efek Corona sudah luar biasa. Dampak negatif Corona bukan hanya berpengaruh terhadap dunia pariwisata dan ekonomi, tetapi yang terbaru berpengaruh pada ditangguhkannya kunjungan Ibadah Umroh ke Arab Saudi.

“Kita perihatin. Semoga bencana corona segera berakhir. Semoga festival quran kali kita memberikan berkah pada kita semua,” ungkapnya.

Kang Maman pun mengajak seluruh hadirin untuk selalu mengembangkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sosial secara nyata.

“Meskipun secara lahiriah tampak maju, namun kehidupan di negara lain sebetulnya rapuh dari keseimbangan sosialnya,” paparnya.

Karena itu, kita patut bersyukur bahwa bangsa Indonesia memiliki keseimbangan sosial, tidak saja mengejar kemajuan lahiriyah akan tetapi pada saat yang sama penuh perhatian pada aspek-aspek ruhaniyah.

“Kita berharap anak-anak kita menjadi mujahid-mujahid Al-Qur’an untuk menjaga keseimbangan sosial bangsa Indonesia,” pungkas Kang Maman.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu pun berjanji akan mendorong regulasi dan Undang-Undang untuk meningkatkan kesejahteraan para guru TPQ dan TKQ.

Festival Quran yang diikuti oleh perwakilan dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tersebut dibuka oleh Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Tampak hadir Kepala Kantor Kementerian Agama dari kabupaten/kota se-Jawa Barat, Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso, dan perwakilan Pemkab Majalengka.

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.