Inilah Pesan Gus Karim Guru Ngaji Jokowi untuk Santri Al-Mizan

Majalengka, almizanjatiwangi.or.id

Pondok Pesantren Al-Mizan kedatangan tamu istimewa dari Solo, yakni KH. Abdul Karim Ahmad atau akrab disapa Gus Karim. Beliau seorang Hafizh al Quran, Pengasuh PonPes Al-Qur’aniyy Surakarta, yang juga guru ngaji Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam kunjungannya yang singkat itu, Gus Karim berkenan memberikan taushiah dan motivasi kepada santri Al-Mizan Jatiwangi.

Gus Karim menjelaskan bahwa dalam kitab suci Al Qur’an ada sebuah surat pendek yang hanya terdiri dari 3 ayat yang telah banyak dihafal oleh kaum muslimin, namun ironisnya, hanya sedikit yang memahami dan melaksanakannya, yakni surat Al ‘Ashr.

Al ‘Ashr yang berarti masa atau waktu dalam Al-Qur’an merupakan surat yang ke-103.

Menurut Gus Karim, surat Al ‘Ashr memiliki kandungan makna yang sangat dalam, sampai-sampai Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berkata, “Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka”.

Kunjungan Gus Karim
Foto: Muadz Mutakhir

Gus Karim memaparkan bahwa dalam kajian terhadap kandungan surat Al-Ashr, maka terdapat 3 (tiga) poin penting yang seharusnya kita cermati dan renungkan, yaitu: Pertama; Surat itu merupakan sebuah statemen Allah yang sangat serius karena diawali dengan kalimat penegasan (sumpah), yaitu “Demi masa”. Kedua; Substansi surat itu adalah sebuah statemen dari Allah, bahwa “Manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Dan ketiga: Manusia akan benar-benar merugi apabila ia tidak melakukan 3 hal, yaitu (1) beriman, (2) beramal shalih, dan (3) saling menasehati antar sesama manusia.

“Kita diingatkan oleh Allah SWT bahwa yang namanya waktu itu adalah sangat luar biasa, waktu itu sangat berharga”, ujarnya di hadapan santri Al-Mizan.

Gus Karim pun berpesan agar Santri Al-Mizan menggunakan masa mudanya untuk thalabul Ilmi. Masa muda merupakan kesempatan dan kenikmatan yang luar biasa, katanya.

“ada tiga macam waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita, yakni: waktu kemarin, waktu sekarang, dan waktu besok”, jelasnya.

Waktu kemarin sudah berlalu, waktu besok kita belum tahu. Sebagai orang beriman kita diberi waktu oleh Allah hanya satu, yaitu masa sekarang.

“oleh karena itu, orang yang paling cerdas atau orang yang tidak akan mengalami kerugian adalah orang yang mampu menggunakan waktu masa sekarang”, pesannya.

Santri Al-Mizan, lanjutnya, harus bisa menggunakan waktu masa sekarang, karena inilah yang sangat menentukan.

“Dalam waktu yang singkat ini, gunakanlah waktu sebaik-baiknya. Insya Allah, kita akan menjadi orang yang sukses. Itu yang menjadi prinsip Pak Joko Widodo”, jelas Gus Karim.

Kunjungan Gus Karim
Foto: Muadz Mutakhir

Joko Widodo adalah sosok yang mampu menggunakan waktu masa kini. Beliau tidak mau menengok ke belakang. kerja, kerja, kerja! itu adalah prinsipnya.

“Beliau menggunakan waktu sangat baik, itu sejak saya kenal dari Wali Kota, Gubernur, sampai menjadi Presiden Republik Indonesia. sehingga prestasi beliau selalu naik dan terus naik”, pungkasnya.

Usai Tausiah Gus Karim langsung meninggalkan Pondok Pesantren Al-Mizan untuk bertolak kembali pulang ke Solo. [ ]

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.