Koperasi Ummi Kultsum Siap Modernisasi dan Tantangan Era 4.0

Oleh Tata Irawan

ALMIZANJATIWANGI.OR.ID, Majalengka — Banyak potensi yang bisa dimaksimalkan oleh koperasi mulai dari simpan pinjam anggota serta usaha yang kompetitif serta juga membuat sesuatu produk untuk kesejahteraan para anggotanya melalui modernis manajemen dan harus siap bersaing dengan pemilik modal besar.

Koperasi harus siap berubah yang dulu konvesional berubah menjadi modernisasi. Koperasi yang baik secara manajemen yang kuat dan profesional.

Selain itu, kedua mulai menerapkan teknologi tinggi supaya koperasi juga bisa tumbuh, tidak terhalang  juga siap menghadapi tantangan era 4.0.

Demikian Hal itu dikatakan H. Asep Zaenal Aripin, Ketua Yayasan Al-Mizan Langensaei dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang bertempat di ruang Balai Latihan Kerja (BLK) Al Mizan Jatiwangi, Kab Majalengka, pada hari Selasa, (14/01).

Kendati begitu, dengan adanya arahan terkait kebijakan pengembangan koperasi dan UMKM untuk ke depan, menjadikan pembelajaran semua anggota untuk segera berubah sesuai jamannya yaitu jaman digital.

“Pengembangan koperasi ke depan, ini UMKM akan dilakukan dengan pendekatan komunitas, kelompok atau berdasarkan sentra produksi, selain itu juga dengan era digital,” kata dia.

Sementara itu, Kabid UMKM Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Majalengka, Hj. Dede Komariyah, melihat keaktifan koperasi dilihat dari RAT tiap tahunnya karena itu untuk melaporkan  kegiatan selama setahun kepada anggotanya.

“banyak koperasi yang bernaung di bahwa pondok pesantren saat ini dengan kondisi mati suri karena pola konvensional. untuk itu, kebdepan koperasi ummi kultsum untuk segera berbenah dan segera menyadarkan para anggotanya untuk terlibat aktif lagi,”tandas perempuan berkerudung ini.

RAT Kopontren Ummi Kultsum dihadiri oleh 100 orang anggota koperasi, Pengurus dan pengawas. Tampak hadir pula pendamping OPOP dari Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, selain pembagian SHU kepada anggota koperasi, juga dilakukan penetapan ketua Koperasi baru, yakni Ibu Kamsinah, S.H.I.

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.