Hymne

Hymne

Hymne ini diciptakan oleh para perintis Pesantren Al-Mizan, cikal bakal santri mukim pondok pesantren al-mizan, yaitu KH. Maman Imanulhaq, Ustadz Dadan Ibnu Hasan dan Ustadz Hamdan (adik ipar Bpk Syatori, pendiri dan pengelola Lembaga Pendidikan Harapan Insani atau LPHI. Santri-santri perintis (1999-2000) yang berasal dari siswa SMU dan SMP yang kursus di LPHI tersebut).

Seperti Mars, Hymne ini pun merupakan wacana reflektif keagamaan terhadap pengalaman hidup keterpurukan, kebodohan, kemiskinan, dan ketertindasan. Kefakiran, kebodohan, kemiskinan, kezaliman dan keterpurukan adalah “musuh” yang terus membelenggu masyarakat. Ini adalah bentu kekafiran yang harus dilawan (QS. Al-Fath (48): 29)

Kemudian refleksi itu melahirkan kesadaran untuk melakukan pemberdayaan dalam mengembangkan pertanggungjawaban diri secara jujur, memaksimalkan potensi diri, dan mengembangkan kreatifitas untuk memutus ketergantungan terhadap kekuatan lain.

Dalam gerak perjuangannya, Al-Mizan selalu mempunyai komitmen untuk melawan fenomena kekafiran yang terjadi di tengah masyarakat. Ini dilakukan dengan cara:

1. Membaca realita kekafiran yang merajalela berupa penindasan, pembodohan, marginalisasi dan korupsi

2. Membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perubahan struktur sosial ke arah kehidupan yang lebih adil, sadar untuk mengorganisasi diri, menyuarakan, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan publik

3. Meletakkan cinta sejati dan persaudaraan sejati sebagai fondasi dalam mengatasi fenomena kekafiran dengan menguatkan tekad, mencerdaskan diri, mengurai benang kusut persoalan kehidupan dengan silah Ar-Rahim, silah Al-Fikri dan silah Al-Amal yang sinergis dengan berbagai kalangan

Simak: video Hymne Al-Mizan