Mars

Mars Al-Mizan

Bait mars al-mizan diciptakan KH Maman Imanulhaq, berisi landasan filosofis: “Reflektif keagamaan terhadap realitas kehidupan: peradaban, keadilan, nilai keagaaman,dan persatuan yang terpuruk. Sehingga melahirkan masyarakat yang mengalami kekerasan, ketidakadilan, pembedaan (diskriminasi), dan peminggiran (marjinalisasi) baik secara struktural maupun kultural. 

Kesemuanya dijadikan dasar dalam memahami dan merumuskan pemahaman kembali Islam, melalui tiga soko utamanya: Iman (aqidah), Islam (syariah) dan Ihsan (Akhlak al-karimah)—yang transformatif untuk ditawarkan dan direfleksikan menjadi pemahaman alternatif agar bisa menjadi energi atau motor penggerak transformasi dalam mewujudkan keadilan sosial. 

Segala ikhtiar transformatif tersebut diorientasikan untuk mengubah kehidupan umat manusia ke arah yang lebih adil, humanis, demokratis, pluralis, toleran, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, baik pada tataran struktural maupun kultural: Generasi Qurani yang membangun masyarakat Rabbani demi Keridhoan Ilahi.