Puncak Festival Al-Mizan berlangsung Meriah

Almizanjatiwangi.or.id, MAJALENGKA – Rangkaian Festival Al-Mizan tahun 2019 berlangsung semarak. Festival tahunan Pondok Pesantren Al-Mizan itu ditutup dengan gelaran acara Al-Mizan Sufi Music Festival pada Sabtu malam (26/10).

Ribuan penonton baik warga maupun kalangan santri tampak antusias menyaksikan pagelaran Al-Mizan Sufi Music Festival yang menampilkan seni budaya tari dan lagu khas nusantara. Diantaranya tari Sufi dan wayang Ajen Sufi serta Dzikir Kebudayaan bersama pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, KH Maman Imanulhaq.

Festival Al-Mizan
Foto: Muadz Mutakhir

Menurut direktur festival, sekaligus sekretaris Yayasan Al-Mizan Langensari, Ade Duryawan mengatakan, festival Al-Mizan sejatinya sudah berlangsung sejak tiga hari Kamis-Sabtu (24-26/10). Kali ini digelar sekaligus dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Menurutnya, festival Al-Mizan sendiri adalah bentuk komitmen dalam melestarikan seni budaya dan turut serta mempromosikan wisata lokal. Spirit religiusitas festival untuk menguatkan sisi humanisme. Sedangkan gelaran seni tradisi budaya sebagai penghargaan terhadap kearifan lokal.

“Adapun rangkaian agenda festival meliputi Workshop Keramik, Mizan Pic, Bazar Murah Berkah, Festival Hadroh Nahdliyah dan Workshop Edukasi Wayang Sufi,” paparnya.

Festival Al-Mizan
Foto: Muadz Mutakhir

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq yang akrab disapa Kang Maman ini menyebutkan jika festival ini ingin menghadirkan spirit Islam Rahmatan Lil Alamin. Yakni internalisasi nilai religiusitas atau spiritualitas untuk menguatkan sisi-sisi kemanusiaan seseorang.

“Islam damai dan toleran yang
membumikan nilai keberagamaan dalam konteks kemanusiaan,” jelas Anggota DPR RI itu.

Adapun gelaran beragam seni tradisi dan budaya adalah upaya untuk menampilkan penghargaan serta toleransi terhadap segala bentuk perbedaan dan keragaman sebagai sunnatullah yang harus dipelihara. Sebab, Kang Maman mengatakan dakwah Islam sesungguhnya tidak pernah terlepas dari eksistensi seni budaya lokal yang menjadi media syiar ajaran Islam.

“Salah satu kenapa Islam bisa menyebar luas, membumi dan mengakar kuat di nusantara ini adalah karena melalui seni budaya,” pungkasnya.

Ditambahkan, festival Al-Mizan yang terselenggara atas dukungan Kementerian Pariwisata RI merupakan wujud syukuran Harlah Pondok Pesantren Al-Mizan yang dirintis sejak tahun 1999 silam. Setiap tahun festival Al-Mizan telah berhasil menyedot perhatian publik. Tidak kurang, minimal ribuan pengunjung menyaksikan pagelaran tersebut. (ono)

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.