Yayasan Al-Mizan Majalengka Giatkan Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni

Majalengka,

Wajah sumringah terpancar dari keluarga Dawud (54) dan istrinya Aniah (50), salah satu warga Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Majalengka, Jawa Barat manakala mendapatkan kabar bahwa rumah tinggalnya yang berlokasi di Blok Rabu Desa Tegalaren akan di bedah oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

“Insyaallah setelah rumah ini di rehab keluarga bapak Dawud hidupnya tidak lagi berpindah pindah, tetapi bisa menetap dan berkumpul bersama keluarga,” kata Ketua panitia Bedah Rumah Mohamad Darda kepada NU Online, Rabu (1/7).

Dikatakan, saat ini pihaknya bisa berbuat sesuatu untuk orang lain yakni penerima bantuan bedah rumah adalah seorang pedagang bakso keliling, yang hidupnya selama ini berpindah pindah atau selalu hidup di rumah kontrakan bekerja sama dengan Yayasan Al Mizan Jatiwangi.

Kepala Desa Tegalaren Endan Wibawa terharu atas kepedulian pihak LAZISNU Kabupaten Majalengka dan Yayasan Al-Mizan Jatiwangi, serta Dulur Kang Maman yang telah peduli kepada masyarakat Desa Tegalaren dengan mengalokasikan program bedah rumah layak huni.

“Semoga saja kebersamaan ini terus terjalin di berbagai lini kehidupan, bukan saja khusus di bedah rumah,” kata Kades.

Ketua LAZISNU Majalengka sekaligus Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, KH Zaenal Muhyidin, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan infaknya, sehingga bisa berbagi dengan sesama.

“LAZISNU Majalengka sejak berdiri tidak mempunyai kekuatan modal yang besar, namun niat yang tulus yang selalu di kedepankan. Alhamdulillah program ini di dukung oleh semua pihak, peluncuran bedah rumah layak huni ini adalah yang pertama dan mudah mudahan bukan program yang terakhir,” ucap KH Zaenal.

Disampaikan, kegiatan bedah rumah ini diperkirakan memakan waktu dua minggu dengan anggaran biaya sekitar Rp23,9 juta. Dana sejumlah itu diperuntukkan pembelian material berikut upah tenaga kerja.

Dawud selaku penerima manfaat dari program bedah rumah merasa bersyukur, karena di tengah keterpurukan ekonominya masih ada pihak pihak yang peduli terhadap keluarganya. Dirinya yang hidup bersama istri dan tujuh orang anak ini kesehariannya berjualan bakso keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada NU, rumah kami yang berlokasi di Blok Rabu Desa Tegalaren ini kondisinya sangat memprihatinkan dan NU bersama Yayasan Al-Mizan mau memperbaikinya,” tuturnya dengan haru.

Peluncuran bedah rumah layak huni tersebut digelar secara sederhana di kediaman Dawud. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari PCNU Majalengka KH Abdul Rosyid, Ketua LAZISNU Majalengka KH Zaenal Muhidin, Muspika Ligung, Kepala Desa Tegalaren Endan Wibawa, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Sumber: Nu.or.id

Al-Mizan Jatiwangi

Al-Mizan hadir untuk mencerahkan para santri dalam memahami Islam sebagai energi bagi perubahan, perdamaian & kemanusiaan demi terwujudnya sebuah tatanan masyarakat yang kritis dalam berfikir, terbuka dalam bersikap, berdaya saing tinggi & berkeadilan dalam tatanan kehidupan.